Pengamat: Indonesia Pantas Jadi Penengah Ketegangan China-AS di Laut China Selatan

Antara
Arif Budiwinarto
Kapal Induk Amerika Serikat USS Ronald Reagan di Laut China Selatan (foto: AFP)

Dia menambahkan, bila China memanfaatkan suasana pandemi Covid-19 untuk bertindak secara sepihak di Laut China Selatan maka Beijing bukan hanya berhadapan dengan negara-negara bersengketa dengan seperti Vietnam, Malaysia, Brunei, Filipina tetapi juga AS dan sekutunya.

"Indonesia juga harus menyampaikan kepada AS untuk dapat menahan diri dalam penggunaan kekerasan terhadap China karena penggunaan kekerasan tidak akan memberi keuntungan apapun kepada negara-negara di kawasan," lanjutnya.

Hikmahanto menekankan pemerintah Indonesia perlu menyampaikan pada komunitas internasional bahwa Indonesia tidak memiliki klaim tumpang tindih di Laut China Selatan, baik laut teritorial, zona ekonomi eksklusif (ZEE) maupun landas kontinen.

"Ketegangan ini perlu disampaikan karena Indonesia tidak pernah mengakui adanya klaim sepihak dari China terkait sembilan garis putus (Nine Dash Line)," ucapnya.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
2 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah Lagi, Sentuh Rp18.083 per Dolar AS

3 jam lalu

AS Bakal Rampas Aset Iran untuk Bayar Kerugian Perang di Selat Hormuz dan Timur Tengah

4 jam lalu

Survei: Opini Warga AS terhadap Israel dan Netanyahu Makin Buruk

6 jam lalu

Tentara AS Tewas dalam Perang Iran Bertambah Jadi 18 Orang, 624 Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal