Penjelasan Pakar, Mengapa Gempa M7,5 di Jepang Bisa Picu Guncangan Lebih Besar

Anton Suhartono
Gempa bermagnitudo 7,5 di lepas pantai Prefektur Aomori Senin (8/12) malam menyimpan potensi guncangan lebih besar dalam beberapa hari (Foto: AP)

Dia menambahkan wilayah tersebut memiliki riwayat gempa besar, termasuk peristiwa M8 di lepas pantai Tokachi pada 1968.

Karena segmen yang aktif saat ini berada tepat di utara zona patahan 2011, tekanan tektonik di area itu bisa berubah drastis setelah gempa pada Senin malam. Perubahan tekanan itulah yang dapat memicu gempa susulan yang bahkan lebih kuat.

Zona Subduksi: Sumber Energi Tektonik Raksasa

Pakar lain, Profesor Takuya Nishimura dari Universitas Kyoto, menegaskan gempa ini jelas merupakan gempa zona subduksi, yaitu jenis gempa paling berbahaya karena terjadi di area pertemuan dua lempeng besar.

Dia menjelaskan meskipun pusat gempa berada relatif jauh di bawah permukaan, posisinya yang dekat daratan menyebabkan guncangan di permukaan terasa kuat. Dalam sistem subduksi, setiap pergeseran kecil pada lempeng dapat memicu penyesuaian besar di segmen lainnya.

“Gempa seperti ini bisa mengacaukan keseimbangan tekanan tanah. Jika tekanan yang tersisa signifikan, kemungkinan terjadinya gempa lebih besar tetap ada,” ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 hari lalu

Ada Bon Odori di Jak-Japan Matsuri 2026, Bisa Bikin Ondel-Ondel Mini Juga!

4 hari lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 4,7 Guncang Aceh Tamiang, Getaran Dirasakan di Gayo Lues

4 hari lalu

 Mind Blowing! Ilmuwan Jepang Temukan Cara Unik Melawan Sel Kanker

4 hari lalu

Gempa M6,2 Guncang Vanuatu, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal