WASHINGTON, iNews.id - Para diplomat Amerika Serikat (AS) di Arab Saudi telah diperintahkan untuk meninggalkan negara tersebut, di tengah meningkatnya serangan Iran.
Surat kabar The New York Times, mengutip beberapa sumber pejabat AS, melaporkan perintah Departemen Luar Negeri (Deplu) AS berlaku tidak hanya untuk pegawai pemerintah AS di Riyadh tapi juga di Jeddah dan Dhahran, dua kota tempat konsulat AS berdiri.
Langkah Deplu AS ini menandakan para pejabat AS menyadari meningkatnya risiko di kawasan.
Ini menandai pertama kali sejak pecahnya perang AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari evakuasi wajib personel diplomat dari Arab Saudi.
Sebelumnya, para diplomat AS mengkritik pemerintahan Presiden Donald Trump karena lamban mengevakuasi para diplomat dari Timur Tengah. Padahal AS telah meningkatkan jumlah pasukan ke kawasan beberapa hari sebelum pecahnya perang.