RIYADH, iNews.id - Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) menegaskan siap merespons serangan Iran terhadap negara-negara anggota. Hal ini salah satu poin dalam pertemuan luar biasa ke-50 Dewan Menteri melalui konferensi video, Minggu, 1 Maret 2026 atau bertepatan 12 Ramadan 1447 Hijriah.
Pertemuan yang dipimpin Presiden Dewan Menteri GCC, Abdullatif bin Rashid Al Zayani sekaligus Menteri Luar Negeri (Menlu) Bahrain ini membahas serangan Iran yang menggunakan rudal dan drone terhadap Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Arab Saudi, Oman, Qatar, dan Kuwait yang dimulai Sabtu, 28 Februari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Dewan Menteri GCC meninjau kerusakan yang disebabkan serangan Iran terhadap negara-negara Teluk, yang menargetkan fasilitas sipil, lokasi layanan publik, dan kawasan permukiman, sehingga menyebabkan kerusakan material yang signifikan, mengancam keselamatan dan kehidupan warga negara serta penduduk, serta menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.
"Dewan juga membahas langkah-langkah dan tindakan yang diperlukan untuk mengoordinasikan upaya guna memulihkan keamanan dan stabilitas serta mencapai perdamaian di kawasan," bunyi keterangan GCC dikutip, Minggu (8/3/2026).
Dewan Menteri GCC menegaskan, pihaknya memiliki hak hukum untuk merespons setiap agresi yang datang ke negara anggota. Sesuai Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menjamin hak pembelaan diri, baik secara individu maupun kolektif, dalam hal terjadi agresi, serta untuk mengambil semua langkah yang diperlukan guna melindungi kedaulatan, keamanan, dan stabilitas.
"Dewan Menteri menegaskan bahwa, mengingat agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan terhadap negara-negara GCC, mereka akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan keamanan dan stabilitas mereka serta melindungi wilayah, warga negara, dan penduduk mereka, termasuk opsi untuk merespons agresi tersebut," bunyi pernyataan GCC.