Azerbaijan mengklaim telah merebut gunung strategis di Karabakh yang digunakan sebagai jalur transportasi antara Ibu Kota Yerevan dan kantong separatis.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Armenia Artsrun Hovhannisyan mengklaim, pasukan pemberontak Karabakh membunuh sekitar 200 tentara Azerbaijan dan menghancurkan 30 unit artileri musuh serta 20 pesawat tak berawak.
Pertempuran antara Azerbaijan, negara dengan mayoritas penduduk muslim, dengan Armenia yang mayoritas penduduknya Kristen, bisa melibatkan dua kekuatan yakni Turki dan Rusia.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendukung penuh Azerbaijan dalam konflik melawan Armenia. Turki menyalahkan Armenia atas gejolak tersebut dan berjanji akan mendukung penuh Azerbaijan.
"Rakyat Turki akan mendukung saudara-saudara kami Azerbaijan dengan segala cara kami," kata Erdogan.