Perang Thailand-Kamboja Masih Lanjut meski Ada Desakan Gencatan Senjata

Aditya Pratama
Kamboja dan Thailand masih melancarkan serangan artileri di wilayah perbatasan yang disengketakan, Minggu (27/7/2025), meski ada upaya gencatan senjata. (Foto: AP)

Kamboja menyatakan bahwa Thailand telah memulai perang pada Minggu pagi dan pasukan Thailand sedang dimobilisasi di sepanjang perbatasan. Thailand menyatakan menanggapi serangan dari Kamboja.

PM Kamboja Hun Manet menyatakan telah menyetujui usulan gencatan senjata dari Trump. Dia juga telah menyepakati usulan gencatan senjata yang digaungkan Malaysia sebelumnya.

"Saya telah menjelaskan kepada Yang Terhormat Presiden Donald Trump bahwa Kamboja menyetujui usulan gencatan senjata segera dan tanpa syarat antara kedua angkatan bersenjata," ucap Manet dalam postingan di Facebook.

Warga Ingin Perdamaian

Empat hari setelah pertempuran terburuk dalam lebih dari satu dekade pecah antara kedua negara tetangga di Asia Tenggara tersebut, jumlah korban tewas mencapai lebih dari 30 orang, termasuk 13 warga sipil di Thailand dan delapan di Kamboja. 

Sementara itu, lebih dari 200.000 orang telah dievakuasi dari wilayah perbatasan di kedua negara.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perang Semakin Sengit, Daerah di Thailand Ini Berubah Jadi Kota Hantu

57 tahun lalu

Trump Paksa Thailand dan Kamboja Berdamai atau Tidak Ada Perundingan Tarif

57 tahun lalu

Trump: Kapal-Kapal Tanker Mulai Lintasi Selat Hormuz dengan Aman

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Terjun Bebas, Brent Sentuh 82,84 Dolar AS per Barel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal