Perang yang Pernah Gunakan Senjata Nuklir, Akankah Terulang di Konflik Ukraina?

Tika Vidya Utami
Perang menggunakan senjata nuklir terjadi saat Perang Dunia II saat AS menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki (Foto: Reuters)

Kedua, kata dia, orientasi invasi Rusia bukan merebut wilayah atau kekuasaan, tapi uang. Ini berbeda dengan masa Uni Soviet di mana wilayah menjadi fokusnya. 

"Sekarang, semuanya berbeda, apa yang dikejar semua tentang uang miliaran hingga triliunan, Ferrari, dan mereka tidak mau mati dan terisolasi. Kalau mereka menyerang, semuanya akan berakhir. Saya yakin mereka tidak mau karena masih ada hal-hal yang mereka ingin kejar di luar Rusia," ujarnya. 

Alasan ketiga, mayoritas senjata nuklir Rusia diproduksi pada 1960 hingga 1970-an di Ukraina. Dia mengingatkan senjata-senjata itu sudah tua, yakni berusia sekitar 50 sampai 60 tahunan.

Bahayanya Senjata Nuklir

Melansir un.org, nuklir merupakan senjata paling berbahaya di bumi. Satu senjata nuklir bisa menghancurkan satu kota, berpotensi membunuh ratusan ribu nyawa, membahayakan lingkungan, dan kehidupan generasi mendatang melalui efek bencana jangka panjang. 

Sejauh ini, perang yang menggunakan senjata nuklir terjadi pada 1945. Ketika itu Amerika Serikat (AS) mengebom dua kota di Jepang, yakni Hiroshima dan Nagasaki. Pada 6 Agustus 1945, pesawat B-29 Enola Gay AS menjatuhkan bom uranium diberu nama Little Boy di Kota Hiroshima. Little Boy mengandung sekitar 64 kg uranium serta dapat melepaskan energi setara dengan sekitar 15 kiloton bahan peledak kimia. Kemudian pada 9 Agustus 1945, bom plutonium yang disebut Fat Man diledakkan di Kota Nagasaki. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
11 jam lalu

Kampus di AS Ini Buka Fakultas Baru Cetak Kreator Konten-Influencer

12 jam lalu

Iran: Perang Ekonomi Trump Ancam Kedaulatan Seluruh Dunia

14 jam lalu

Iran Akan Serang Negara-Negara Timur Tengah yang Bantu Perang Ekonomi AS

15 jam lalu

Tolak Mentah-Mentah Ajakan AS Perang Ekonomi Lawan Iran, China: Ilegal!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal