Perempuan AS Terlibat Pembunuhan Ibunya di Bali Bebas dari Penjara

Anton Suhartono
Heather Mack bebas dari Lapas Kerobokan, Bali (Foto: AP)

DENPASAR, iNews.id - Seorang perempuan Amerika Serikat (AS) yang dipenjara karena terlibat dalam pembunuhan ibunya di Bali pada 2014, menghirup udara bebas dari Lapas Kerobokan, Jumat (29/10/2021). Heather Mack telah menjalani hukuman penjara 7 tahun dari total 10 tahun. Setelah bebas dia langsung dideportasi ke AS, seperti dilaporkan Associated Press.

Mack, saat itu berusia 18 tahun, membantu pembunuhan ibunya seorang sosialita kaya, Sheila von Wiese Mack (62). Mayatnya ditemukan di bagasi taksi yang diparkir di St Regis Bali Resort pada Agustus 2014.

Mack ditangkap bersama kekasihnya, Tommy Schaefer, saat itu berusia 21 tahun, di sebuah hotel sekitar 10 kilometer dari St Regis, sehari setelah pemenuam mayat.

Hasil pemeriksaan polisi dari CCTV hotel menunjukkan, pasangan kekasih tersebut sempat berdebat dengan korban di lobi hotel sesaat sebelum pembunuhan terjadi di kamar hotel. Mack dijatuhi hukuman penjara 10 tahun karena membantu Schaefer membunuh ibunya dengan memasukkan mayat ke koper. Sementara itu Schaefer dijatuhi hukuman 18 tahun penjara.

Hubungan Mack dan ibunya bermasalah sejak lama. Di kediaman mereka, Oak Park, Illinois, polisi dipanggil ke rumah berkali-kali karena keributan dan kekerasan.

Mack sedang mengandung anak Schaefer saat pembunuah terjadi. Putri mereka, kemudian diberi nama Stella Schaefer, lahir beberapa hari sebelum vonis dijatuhkan pada 2015.

Berdasarkan aturan, bayi diizinkan tinggal bersama ibunya di sel Kerobokan sampai berusia 2 tahun. Setelah itu Mack memberikan hak asuh putrinya kepada seorang perempuan Australia sampai dia dibebaskan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Mengejutkan! Artis India Nushrratt Bharuccha Alami Kecelakaan di Bali

2 hari lalu

Perempuan di Tangerang Tewas Dibunuh, Pelaku Ditangkap saat Nunggu Pinjaman Uang dari Teman

3 hari lalu

Indonesia Buka Peluang Investasi Energi Surya 100 GWp, Investor AS Dibidik

4 hari lalu

Iran Tunggu Jawaban AS soal Proposal Terbaru Pembukaan Selat Hormuz

4 hari lalu

Ancaman Keras Iran: Jika Kami Tak Bisa Jual Minyak, Negara Lain Juga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal