NEW YORK, iNews.id - Dua studi yang dilakukan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengungkap, perempuan hamil yang terinfeksi virus corona berpotensi lenih tinggi melahirkan prematur.
CDC mengungkap, perempuan hamil berisiko mengalami komplikasi serius sehingga meningkatkan risiko melahirkan lebih cepat dari waktu normal. Bukan hanya itu, pasien punya risiko lebih tinggi mengalami keguguran atau bayi meninggal saat proses persalinan, seperti dikutip dari The New York Times, Jumat (18/9/2020).
Temuan ini konsisten dengan beberapa laporan sebelumnya bahwa perempuan hamil berisiko tinggi terkena penyakit parah saat mereka terjangkit Covid-19.
Namun beberapa ahli memperingatkan, jumlah perempuan hamil positif Covid-19 yang dijadikan sampel studi relatif sedikit dan sebagian besar mereka dirawat di rumah sakit, sehingga belum tentu mewakili kondisi sebenarnya.
Dari total 703 kasus perempuan hamil yang menjadi bahan studi, tiga di antaranya meninggal dunia.