Perempuan Inggris yang Diracun Zat Kimia Novichok Meninggal

Nathania Riris Michico
Dawn Sturgess (44) meninggal setelah terpapar Novichok pada 30 Juni di Amesbury, Inggris. (Foto: doc. Twitter)

LONDON (Reuters) - Seorang perempuan Inggris meninggal setelah mengalami kritis akibat diracun zat kimia pelumpuh saraf Novichok. Zat ini juga digunakan untuk menyerang mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal, pada Maret.

Perempuan tersebut dilaporkan meninggal pada Minggu (8/7/2018).

Dawn Sturgess (44) meninggal setelah terpapar Novichok pada 30 Juni di Amesbury, Inggris. Tempat itu hanya beberapa kilometer dari lokasi Skripal dan putrinya, Yulia, diserang dengan racun yang sama empat bulan lalu.

Perdana Menteri Theresa May juga menyatakan terkejut atas kabar tersebut. Menteri Dalam Negeri menegaskan jajarannya akan mengungkap kasus ini.

"Berita yang sangat menyedihkan. Ini akan memperkuat tekad kami untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi," kata Menteri Dalam Negeri Inggris, Sajid Javid, seperti dilaporkan Reuters, Senin (9/7/2018).

Polisi Inggris menyebut, kematian Sturgess diselidiki sebagai pembunuhan.

Kepala Kepolisian Anti-Terorisme Inggris, Neil Basu, mengatakan Sturgess merupakan seorang ibu dari tiga anak yang meninggal karena tindakan jahat.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
10 hari lalu

Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Pembangunan 10 Kampus Kerja Sama RI-Inggris

Nasional
11 hari lalu

Prabowo Kumpulkan Menteri di Hambalang, Bahas Progres Kerja Sama Pendidikan RI–Inggris

Nasional
14 hari lalu

Prabowo Tiba di Tanah Air usai Kunjungi Inggris, Swiss dan Prancis

Nasional
16 hari lalu

Prabowo Gandeng Inggris Bangun 10 Kampus STEM dan Kedokteran di RI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal