Perempuan Tak Mau Lagi Datang ke Salon Kecantikan sejak Taliban Berkuasa

Ahmad Islamy Jamil
Pasukan Taliban berjaga di dalam Kota Kabul, Afghanistan, pada 16 Agustus 2021. (Foto: Reuters)

KABUL, iNews.id – Sejak Taliban menguasai Afghanistan, bisnis salon kecantikan di negara itu dilaporkan sepi pelanggan. Pasalnya, banyak perempuan yang lebih memilih berdiam di rumah.

Penata rias Afghanistan, Fatema Aaraa mengatakan, pelanggan wanita tidak lagi datang ke salon kecantikannya karena mereka takut pada Taliban.

“Sampai dua bulan yang lalu, banyak pengantin yang biasa duduk di meja ini (untuk dirias) dan di sini sangat ramai,” kata Aaraa kepada Reuters, akhir pekan lalu.

“Tetapi seperti yang Anda lihat, sekarang tidak ada (perempuan) yang meninggalkan rumah mereka karena takut, dan mereka tidak mau pergi ke salon kecantikan,” ujarnya.

Ketika Taliban berkuasa dua dekade lalu, para perempuan diwajibkan menutupi wajah mereka. Perempuan yang melanggar aturan itu terkadang mengalami penghinaan dan pemukulan di depan umum oleh polisi agama.

Kini, rezim baru Taliban berjanji untuk memberikan lebih banyak kebebasan kepada perempuan. Namun, ada laporan bahwa perempuan tetap dilarang pergi bekerja. Tak hanya itu, beberapa dari mereka juga dipukuli akhir-akhir ini karena memprotes pemerintahan Taliban.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
7 hari lalu

Kemhan Afghanistan Klaim Hancurkan Pangkalan Militer Pakistan

Nasional
7 hari lalu

Afghanistan-Pakistan Perang Terbuka, Kemlu Pastikan Seluruh WNI Aman

Internasional
7 hari lalu

Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan dan Afghanistan, bak Langit dan Bumi

Internasional
7 hari lalu

Memanas! Pasukan Afghanistan Kembali Gempur Pakistan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal