Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, Sekjen PBB: Ini Momen Genting Dunia

Anton Suhartono
Sekjen PBB Antonio Guterres memberi peringatan terkait berakhirnya perjanjian pengendalian senjata nuklir Amerika Serikat dan Rusia, New START (Foto: AP)

Presiden AS Donald Trump menyerukan dibuatnya kesepakatan nuklir baru setelah berakhirnya New START. Trump menginginkan perjanjian baru yang lebih modern dan berjangka panjang, bahkan mendorong agar China ikut dilibatkan. Namun Beijing menolak dengan alasan kekuatan nuklirnya masih jauh di bawah AS dan Rusia.

Trump menyebut New START sebagai perjanjian yang “dinegosiasikan dengan buruk” oleh pemerintahan sebelumnya dan menuding Rusia melanggarnya secara terang-terangan.

“Kita harus meminta para ahli nuklir untuk membuat perjanjian baru yang lebih baik dan modern, yang bisa bertahan lama di masa depan,” tulis Trump di platform Truth Social.

Di sisi lain, Rusia justru menginginkan New START yang disepakati sejak 2010 itu diperpanjang. Namun hubungan Moskow dan Washington yang memburuk membuat Rusia menolak inspeksi persenjataan nuklir sesuai kesepakatan. 

Dalam pernyataan tegas pekan ini, Rusia menegaskan tidak lagi terikat pada pembatasan jumlah hulu ledak nuklir setelah New START berakhir.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
18 jam lalu

Negara-Negara G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak dan Solar untuk Redam Harga

1 hari lalu

Alasan AS Usir Menlu dan Delegasi Iran

1 hari lalu

Heboh! Suntikan Berkali-kali Gagal Eksekusi Mati Napi di AS, Pejabat Mundur

1 hari lalu

AS Usir Menlu Iran Abbas Araghchi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal