Pertempuran Pecah di Ibu Kota Sudan, Kelompok Militer Saling Tuduh Mau Kudeta

Ahmad Islamy Jamil
Tentara Sudan (ilustrasi). (Foto: Reuters)

Bentrokan tersebut menyusul meningkatnya ketegangan antara Tentara Nasional Sudan dan RSF terkait integrasi RSF ke dalam militer. Timbul pula persoalan siapa yang harus mengawasi proses penggabungan tersebut. 

Ketidaksepakatan itu telah menunda penandatanganan perjanjian yang didukung secara internasional dengan partai-partai politik tentang transisi menuju demokrasi di Sudan.

Pasukan sipil yang menandatangani versi draf perjanjian itu pada Desember lalu, pada Sabtu ini menyerukan agar para pihak segera menghentikan permusuhan, baik oleh tentara maupun RSF. Jika tidak, Sudan akan tergelincir menuju jurang kehancuran total.

“Ini adalah momen penting dalam sejarah negara kita. Ini adalah perang yang tidak akan dimenangkan oleh siapa pun, dan itu akan menghancurkan negara kita selamanya,” kata pasukan sipil dalam pernyataannya.

RSF menuduh Tentara Nasional Sudan hendak mencoba melakukan kudeta. Sebaliknya, Tentara Nasional Sudan juga menuduh justru RSF-lah yang ingin berbuat makar. 

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
10 hari lalu

Pelajar Jadi Korban Penganiayaan Sekelompok OTK saat Bentrokan di Pejompongan 27 Agustus

11 hari lalu

Bentrokan Kembali Pecah di Pejompongan Jakpus Pagi Ini, TNI Turun Tangan

21 hari lalu

Kekayaan Elon Musk Lampaui PDB 5 Negara Afrika, Begini Perbandingannya

27 hari lalu

7 Tentara AL AS Tewas dalam Bentrokan Maut di Kapal Induk USS Abraham Lincoln

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal