"Hal-hal apa yang bersedia kami toleransi dan hal-hal apa yang tidak bisa kami toleransi, dan kami telah menjelaskannya sejelas mungkin. Namun mereka memilih untuk tidak menerima persyaratan kami," ujarnya.
Iran berkali-kali membantah akan mengembangkan senjata nuklir. Para pejabat Iran mendesak AS untuk mengizinkan negaranya melanjutkan program pengayaan uranium untuk tujuan sipil yakni energi, sebagaimana dimiliki negara lain. Iran juga bersedia program nuklirnya diawasi badan internasional.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmail Baghaei menyebut ada dua atau tiga isu yang tidak disepakati kedua pihak.
"Kami mencapai kesepahaman mengenai sejumlah isu, tapi pandangan kami berbeda pada dua atau tiga isu penting, dan pada akhirnya pembicaraan gagal menghasilkan kesepakatan," kata Baghaei, usai perundingan.
Dia tak memerinci dua isu tersebut, namun menjelaskan perundingan dengan AS berfokus pada Selat Hormuz, isu nuklir, ganti rugi, pencabutan sanksi, serta penyelesaian akhir konflik di kawasan.