Akibatnya, terjadi fluktuasi harga yang sangat besar di pasar energi, dengan beberapa perusahaan migas terbesar di dunia mendapatkan keuntungan.
Perusahaan migas Arab Saudi, Aramco melaporkan peningkatan laba kuartal pertama 2026 sebesar 26 persen menjadi 33,6 miliar dolar AS dibanding tahun sebelumnya, 26,6 miliar dolar AS.
Kenaikan ini didorong jalur pipa utama yang memungkinkan mereka untuk menghindari kemacetan di Selat Hormuz telah mencapai kapasitas penuh.
“Jalur Pipa Timur-Barat kami, yang telah mencapai kapasitas maksimum 7 juta barel minyak per hari, telah terbukti menjadi jalur pasokan penting, membantu mengurangi dampak guncangan energi global dan memberikan bantuan kepada pelanggan yang terkena dampak kendala pengiriman di Selat Hormuz,” ujar CEO Aramco, Amin Nasser dalam sebuah pernyataan.
Selain itu, sejumlah raksasa migas Eropa juga mencatatkan kenaikan laba pada kuartal pertama tahun ini.