Pesawat Hercules Jatuh Tewaskan 20 Tentara, Turki Minta Publik Tak Berspekulasi

Anton Suhartono
Turki menyerukan publik tidak berspekulasi mengenai kecelakaan pesawat C-130 Hercules yang menewaskan 20 tentara (Foto: ANewZ)

ANKARA, iNews.id - Pemerintah Turki menyerukan kepada publik tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab jatuhnya pesawat C-130 Hercules di Georgia, tragedi yang menewaskan 20 tentara pada Selasa (11/11/2025). 

Namun di lapangan, berbagai dugaan kerusakan teknis terus menguat setelah rekaman amatir mengungkap detik-detik terakhir pesawat sebelum jatuh.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Turki menegaskan, penyelidikan masih berlangsung dan pihaknya membutuhkan waktu untuk menganalisis data dari kotak hitam serta temuan teknis lainnya.

“Masih terlalu dini untuk membuat pernyataan apa pun sekarang. Penyebab kecelakaan akan ditentukan setelah penyelidikan selesai,” demikian pernyataan Kemhan Turki, dikutip Jumat (14/11/2025).

Rekaman Warga Jadi Pemicu Spekulasi Publik

Meski pemerintah meminta semua pihak menahan diri, rekaman warga yang beredar luas justru memicu gelombang pertanyaan baru. Dalam video tersebut, C-130 terlihat berputar pada porosnya, kehilangan stabilitas, lalu jatuh secara vertikal sebelum meledak.

Yang paling disorot adalah asap putih yang muncul dari kedua sayap pesawat beberapa detik sebelum pesawat kehilangan kendali.

Pakar penerbangan menilai fenomena itu bukan tanda biasa.

Dugaan Kerusakan Mekanis Makin Kuat

Beberapa ahli menilai gejala visual dalam video amatir mengarah pada kemungkinan kerusakan teknis yang cukup serius.

1. Masalah Sistem Hidrolik

Asap putih diduga terkait kebocoran cairan hidrolik yang menguap ketika terkena suhu tinggi. Sistem hidrolik pada C-130 mengontrol banyak bagian penting, termasuk flap, aileron, dan roda pendarat.

Gangguan pada sistem ini dapat menyebabkan pesawat kehilangan kendali aerodinamis.

2. Gangguan Mesin Ganda

Kemunculan asap di dua sisi sayap juga memunculkan dugaan adanya gangguan pada dua mesin sekaligus. Ketidakseimbangan daya dorong bisa membuat pesawat kehilangan stabilitas dan sulit dikendalikan.

3. Struktur Pesawat yang Menua

C-130 yang dioperasikan Turki merupakan armada lama yang telah melewati beberapa upgrade, namun usia frame dan komponen dasar tetap mempengaruhi keandalan jangka panjang.

“Ketika pesawat tua mengalami tekanan ekstrem, kerusakan simultan bukan hal mustahil,” ujar seorang pengamat pertahanan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
8 hari lalu

Pesawat Jet Pribadi Bawa Kepala Staf Angkatan Bersenjata Libya Jatuh di Turki, Ini Dugaan Penyebabnya

Internasional
8 hari lalu

Pesawat Bawa Kepala Staf Angkatan Bersenjata Libya Jatuh di Turki, Semua Penumpang Tewas

Internasional
9 hari lalu

Pesawat Angkatan Laut Meksiko Jatuh di Amerika, 5 Tentara dan Warga Sipil Tewas

Nasional
13 hari lalu

Bagja Putra Indonesia Raih Prestasi Membanggakan di Turki usai Bacakan Syair Cinta untuk Rasulullah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal