Petani Menjerit, Konflik Rusia-Ukraina Bikin Pupuk Langka

Umaya Khusniah
Konflik Rusia-Ukraina menyebabkan kekurangan pupuk di sejumlah negara. (Foto: Reuters)

"Ini adalah mimpi buruk bagi saya, harus mengantri tanpa henti untuk membeli pupuk," kata Shiv Ram Singh, seorang petani padi dan gandum di negara bagian Madhya Pradesh, India tengah.

Di Brasil, Fábio Castro menanam tebu berukuran sedang seluas 450 hektar di negara bagian tenggara Sao Paulo. Meskipun ukuran lahannya lebih besar, dampak yang dia hadapi serupa dengan Singh, yang hanya memiliki empat hektar.

Seperti di India, petani skala kecil dan menengah Brasil hanya membeli pupuk saat dibutuhkan dan tidak dalam jumlah besar. Sejak konflik dimulai, Castro tidak bisa meminta penjual untuk memberikan penawaran harga.

"Ini bukan lagi masalah harga - ini logistik, pengiriman. Mereka tidak tahu apakah mereka akan memiliki produk untuk dikirimkan," katanya.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
1 hari lalu

Pemerintah Siapkan Koperasi Bioetanol, Petani Bisa Ikut jadi Pemasok Bahan Baku

2 hari lalu

Prabowo Tiba di Tanah Air usai Hadiri KTT BRICS 2026 di India

3 hari lalu

KTT BRICS 2026, Prabowo Bicara Posisi Indonesia di Cincin Api dan Ancaman Perubahan Iklim

3 hari lalu

Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tak Ingin Didikte Kekuatan Mana pun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal