PLTN Zaporizhzhia Diserang, Rusia: Zat Radioaktif Bisa Menyebar ke Jerman dan Polandia

Ahmad Islamy Jamil
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di Ukraina bagian selatan. (Foto: Reuters)

MOSKOW, iNews.id – Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia bakal ditutup jika fasilitas tersebut terus diserang. Hal itu diungkapkan Kementerian Pertahanan Rusia, hari ini.

Kepala Pertahanan Radiasi, Kimia, dan Biologi Angkatan Bersenjata Rusia, Igor Kirillov mengatakan, sistem pendukung cadangan pembangkit listrik itu telah rusak karena ditembak. Dia mengingatkan, jika terjadi kecelakaan di PLTN itu, bahan radioaktif yang bocor bakal melingkupi Jerman, Polandia, dan Slovakia.

Menurut Kirillov, Ukraina sengaja melakukan provokasi di PLTN Zaporizhzhia. Tujuannya adalah untuk menciptakan zona eksklusi dalam radius puluhan kilometer, di samping memicu masuknya pasukan internasional. Selanjutnya, negara-negara Barat akan menuduh Rusia melakukan terorisme nuklir.

“Tujuan akhir dari provokasi (Ukraina) ini adalah penciptaan zona eksklusi hingga 30 kilometer, mengundang pasukan internasional dan pengamat asing ke dalam wilayah PLTN,” kata Kirillov pada sebuah pengarahan, Kamis (18/8/2022).

Dia menuturkan, jika pasukan Ukraina terus menembaki PLTN Zaporizhzhia, Rusia dapat mempertimbangkan untuk menarik lima dan enam unit daya ke cadangan dingin. Jika itu terjadi, PLTN dapat ditutup.

Menurut perkiraan, jika terjadi kecelakaan di ZNPP, zat radioaktif akan menyebar ke Polandia, Jerman dan Slovakia. Tak hanya itu, zat radioaktif juga dapat mencakup Skandinavia, dengan pelepasan 25 persen isi dari setidaknya satu reaktor PLTN.

PLTN Zaporizhzhia direbut oleh pasukan Rusia pada Maret lalu. Fasilitas itu berada di dekat dengan garis depan, dan telah berulang kali diserang dalam beberapa pekan terakhir. Rusia dan Ukraina saling menyalahkan atas serangan di pembangkit tersebut.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
12 jam lalu

Kemenkes Pantau Dugaan Pes di Rusia, Pengawasan Pintu Masuk Indonesia Diperketat

2 hari lalu

WHO Pantau Kasus Dugaan Pes Rusia, Ini Pesan untuk Dunia!

3 hari lalu

Jangan Panik! Wabah Pes Rusia Kecil Kemungkinan Masuk Indonesia dan Jadi Pandemi Baru

3 hari lalu

Epidemiolog Ungkap Risiko Wabah Pes Rusia Masuk Indonesia Sangat Kecil

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal