Penampakan sistem rudal S-400 buatan Rusia (ilustrasi). (Foto: Reuters)
Ahmad Islamy Jamil

MOSKOW, iNews.idRusia telah memulai pengiriman paket sistem rudal antipesawat S-400 gelombang kedua ke Turki, menyusul penandatanganan kontrak kedua negara baru-baru ini. Kabar tersebut diungkapkan Direktur Layanan Federal Rusia untuk Kerja Sama Teknis-Militer (FSMTC), Dmitry Shugaev, hari ini.

“Dokumen kontrak yang relevan (tentang pasokan sistem rudal S-400 gelombang kedua ke Turki) telah ditandatangani, yang, antara lain, menyediakan lokalisasi produksi komponen individual sistem,” kata Shugaev kepada kantor berita Sputnik, Kamis (18/8/2022).

Turki menjadi salah satu mitra penting bagi Rusia. Kedua negara memiliki hubungan perdagangan dan ekonomi yang erat, serta kerja sama bilateral yang aktif berkembang di banyak bidang, termasuk kerja sama militer-teknis.

Shugaev mencatat, terlepas dari kesulitan geopolitik saat ini, kerja sama militer-teknis dengan Turki berkembang di bawah kesepakatan yang dicapai sebelumnya antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. “Rusia berharap dapat terus bekerja sama dengan Turki secara transparan dan saling menguntungkan,” ucap Shugaev.

S-400 Triumf' Rusia adalah sistem rudal permukaan-ke-udara jarak jauh dan menengah terbaru. Senjata itu dirancang untuk menghancurkan pesawat strategis dan taktis (termasuk jet tempur siluman). Rudal yang ditembakkan S-400 dapat mengenai target udara lainnya dalam tembakan berat dan penanggulangan radio-elektronik.

Turki menjadi negara NATO pertama yang membeli sistem pertahanan udara S-400 dari Moskow pada 2017. Keputusan Ankara tersebut memicu reaksi negatif tajam dari Amerika Serikat dan aliansi militernya secara keseluruhan.


Editor : Ahmad Islamy Jamil

BERITA TERKAIT