PM Lebanon Hassan Diab Ancam Mundur jika Pemerintahan Baru Tidak Segera Dibentuk

Djairan
Hassan Diab (Foto: Reuters)

Krisis keuangan Lebanon, yang meletus pada 2019, menghancurkan lapangan pekerjaan, meningkatkan peringatan bencana kelaparan serta membuat rakyat sulit mengakses simpanan bank. 

Diab ingin ada kabinet baru agar segera melaksanakan reformasi dan mendapat bantuan keuangan internasional dari Dana Moneter Internasional (IMF).

“Tidak ada solusi untuk krisis keuangan tanpa negosiasi dengan IMF, tidak ada negosiasi dengan IMF tanpa reformasi, tidak ada reformasi tanpa pemerintahan baru,” kata Diab.

Jatuhnya mata uang pound Lebanon, menjadi 10.000 terhadap dolar AS pada Selasa, menjadi pukulan terbaru bagi masyarakat negara itu. Harga barang-barang konsumsi naik hampir tiga kali lipat, hingga membuat orang-orang berebut membeli bahan pokok di supermarket Beirut baru-baru ini.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
14 hari lalu

Tim SAR Temukan Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah Medan, Total 3 Orang Tewas

15 hari lalu

Ledakan Pipa Gas di Grand Polonia Medan Hancurkan Rumah, 1 Orang Tewas dan 2 Masih Tertimbun

19 hari lalu

Perang di Mana-Mana, Israel Kekurangan Tentara dan Tank Parah

19 hari lalu

TNI AD Bentuk Tim Investigasi Ledakan Gudang Amunisi di Madiun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal