PM Lebanon Hassan Diab Ancam Mundur jika Pemerintahan Baru Tidak Segera Dibentuk

Djairan
Hassan Diab (Foto: Reuters)

Krisis keuangan Lebanon, yang meletus pada 2019, menghancurkan lapangan pekerjaan, meningkatkan peringatan bencana kelaparan serta membuat rakyat sulit mengakses simpanan bank. 

Diab ingin ada kabinet baru agar segera melaksanakan reformasi dan mendapat bantuan keuangan internasional dari Dana Moneter Internasional (IMF).

“Tidak ada solusi untuk krisis keuangan tanpa negosiasi dengan IMF, tidak ada negosiasi dengan IMF tanpa reformasi, tidak ada reformasi tanpa pemerintahan baru,” kata Diab.

Jatuhnya mata uang pound Lebanon, menjadi 10.000 terhadap dolar AS pada Selasa, menjadi pukulan terbaru bagi masyarakat negara itu. Harga barang-barang konsumsi naik hampir tiga kali lipat, hingga membuat orang-orang berebut membeli bahan pokok di supermarket Beirut baru-baru ini.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
20 jam lalu

Israel Pusing, Senjatanya Terlalu Canggih untuk Cegat Drone Murah Hizbullah

Internasional
2 hari lalu

Israel Tewaskan 7 Orang di Lebanon Selatan, Hancurkan Biara Katolik

Internasional
3 hari lalu

Drone Serat Optik Hizbullah Jadi Mimpi Buruk bagi Pasukan Israel di Lebanon

Internasional
4 hari lalu

Setelah Patung Yesus, Pasukan Israel Rusak Sekolah Kristen di Lebanon

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal