Kekeringan, cuaca panas yang tidak sesuai dengan waktunya, serta angin kencang, telah memicu kebakaran dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Para ilmuwan yakin bahwa anomali tersebut dipicu oleh kenaikan suhu global.
Pada Kamis, kebakaran melalap hutan dan lahan hampir wilayah Australia. Warga Victoria diperingatkan untuk meninggalkan wilayah berisiko tinggi. Pejabat New South Wales melaporkan lebih dari 600 rumah hancur dalam beberapa pekan terakhir.
Kebakaran terparah terjadi di sepanjang pantai timur dan telah merenggut enam nyawa sejak pertengahan Oktober.
Kebakaran kini pindah ke negara bagian di selatan dengan apa yang disebut 'Kode Merah'. Risiko kebakaran tertinggi di Victoria.
Bahaya kebakaran juga meningkat le level 'parah' di Pulau Tasmania, sebelah tenggara Australia. Pemerintah sudah mengeluarkan larangan bagi warga untuk menyalakan api di lahan terbuka.
Sementara itu untuk kedua kalinya dalam 3 hari, kabut asap menyelimuti Sydney, kota terbesar di Australia berpenduduk 5 juta jiwa, membuat kualitas udara merosot ke tingkat bahaya.
Australia Selatan, ibu kota negara bagian Adelaide juga diselimuti kabut asap. Warga diperintahkan untuk tinggal di rumah karena alasan kesehatan.