“Kami berkomitmen untuk bekerja sama menghadapi tantangan dari China dan masalah-masalah seperti Laut China Timur, Laut China Selatan, serta Korea Utara, untuk memastikan masa depan Indo Pasifik yang bebas dan terbuka,” ungkapnya.
Dalam pertemuan itu, pemimpin AS dan Jepang juga menyinggung soal kekhawatiran mereka atas peningkatan gerakan militer China di dekat Taiwan; pengetatan cengkeraman Beijing di Hong Kong, serta; tindakan keras China terhadap Muslim Uighur di Xinjiang.
Suga mengatakan, dia dan Biden sepakat tentang perlunya diskusi terbuka dengan China dalam konteks aktivitas Beijing di kawasan Indo-Pasifik.
“Saya menahan diri untuk tidak menyebutkan detilnya, karena ini berkaitan dengan pertukaran diplomatik, tetapi sudah ada pengakuan yang disepakati atas pentingnya perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan antara Jepang dan Amerika Serikat, yang ditegaskan kembali pada kesempatan ini,” kata Suga.
Dalam langkah lain menghadapi China, Biden mengatakan Amerika Serikat dan Jepang akan berinvestasi bersama di berbagai bidang seperti 5G, kecerdasan buatan, komputasi kuantum, genomik, dan rantai pasokan semikonduktor.
“Jepang dan Amerika Serikat sama-sama berinvestasi dalam inovasi dan melihat ke masa depan. Itu termasuk memastikan kami berinvestasi dan melindungi teknologi yang akan mempertahankan dan mempertajam keunggulan kompetitif kami,” kata Biden.