Polisi Makin Beringas, Tembak Mati Belasan Demonstran Capres Oposisi

Arif Budiwinarto
Demonstran pendukung capres Bobi Wine melakukan aksi pembakaran dalam demo yang berlangsung di kota Kampala, Uganda. (foto: AFP)

Demonstran menganggap perlakuan aparat sebagai perpanjangan dari upaya calon presiden petahan Yoweri Museveni--yang berupaya melanjutkan periode keenam pemerintahannya--merusak citra serta lawan politiknya jelang Pilpres Uganda pada 14 Januari tahun depan.

Jumlah korban tewas bertambah, ratusan lainnya ditahan 

AFP melaporkan, pemerintah mengizinkan polisi antihuru-hara bertindak represif guna meredam aksi massa di sejumlah kota. Bahkan, polisi Uganda diperbolehkan menggunakan peluru karet, serta bom asap untuk memecah kerumunan massa.

Dalam dua hari kerusuhan yang pecah di kota Kampala setidaknya 16 orang tewas serta ratusan demonstran ditangkap polisi dengan tuduhan melakukan aksi kriminal.

"Jumlah kematian saat ini mencapai 16 orang, 45 cedera, beberapa diantaranya cedera sangat serius," ucapnya.

"Sekitar 350 orang telah ditangkap karena keikutsertaan mereka dalam aksi kekerasan termasuk, pencurian, perusakan properti, menyebabkan kemacetan, pencurian selama kerusuhan," ujarnya.

Palang Merah Uganda mengatakan dalam sebuah pernyataan, mereka merawat lebih dari 30 orang di kota Kampala menyusul bentrokan yang melibatkan polisi dan massa yang melakukan kerusuhan, termasuk 11 orang karena luka tembak.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Demo Ricuh di Gedung Grahadi Surabaya, Polisi Tangkap 13 Perusuh

57 tahun lalu

Ketua BEM FH UBK Muhammad Abdimaludin Dinonaktifkan usai Terima Uang Rp20 Juta

57 tahun lalu

Pasukan Oranye Langsung Bersihkan Jalan usai Massa Demo Dukung MBG di Jakpus Bubar

57 tahun lalu

Pimpinan DPR Siap Terima Mahasiswa yang Demo Hari Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal