Polisi Malaysia Ungkap Penyelundup 43.000 Imigran Ilegal Libatkan Aparat Korup

Arif Budiwinarto
Polisi Malaysia ungkap penyelundupan imigran lewat jalur laut (foto: SCMP)

"Tanpa bantuan polisi dan tentara, yang memberi petunjuk pada penyelundup mengenai operasi keamanan akan jauh lebih sulit bagi mereka untuk beroperasi," tutur Ayob.

Ayob mengatakan para polisi korup itu mendapat bayaran mulai dari 500 ringgit (Rp1,7 juta) hingga 16.000 ringgit (Rp54 juta) setiap bulan. Sedangkan penyelundup mematok biaya 1.400 ringgit per orang untuk membawanya keluar atau masuk Malaysia sekali jalan. Dalam seminggu sindikat penyelundup bisa empat kali beroperasi dengan membawa 100 orang per perjalanan.

"Itu berarti sindikat pernah membawa 43.200 imigran ilegal dengan keuntungan lebih dari 60,48 juta ringgit (Rp203 juta)," kata lanjut Ayob.

Imigran yang paling banyak memakai jasa sindikat penyelundupan tersebut berasal dari Indonesia. Mereka umumnya menempuh rute laut menggunakan perahu dari Batam ke Kota Tinggi di Johor.

Berdasarkan data prakiraan Organisasi Internasional untuk Migrasi, dalam rentang 2010 sampai 2017 jumlah pekerja asing yang terdokumentasi di Malaysia meningkat dari 1,7 juta menjadi 2,2 juta. Sedangkan pada 2018, pekerja tak resmi melonjak dari 2 juta ke 4 juta.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Internasional
11 jam lalu

Malaysia Putuskan Puasa Ramadan Mulai Kamis 19 Februari

Internasional
16 jam lalu

Kereta Cepat Malaysia-Singapura Segera Beroperasi, Waktu Tempuh Hanya 5 Menit

Internasional
18 jam lalu

Satu Keluarga Ditemukan Tewas di dalam Rumah, Termasuk 2 Anak

Health
21 jam lalu

Wabah TBC Menyebar di Seluruh Malaysia, Masyarakat Disarankan Pakai Masker Lagi!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal