Polisi Militer Rusia Mulai Patroli di Wilayah Manbij Suriah

Nathania Riris Michico
Aan Haryono
Polisi militer Rusia. (Foto: AFP/George OURFALIAN)

Para kritikus memperingatkan Presieden Donald Trump bahwa penarikan pasukan AS dari Suriah akan memungkinkan semua rezim Presiden Bashar Al Assad -termasuk Rusia dan Iran- untuk meningkatkan pengaruh mereka di negara itu.

Sekitar 2.000 tentara AS, terutama pasukan khusus, dikerahkan di Suriah untuk bekerja dengan pejuang lokal melawan kelompok ISIS.

Para pejuang Kurdi membentuk Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS, yang merebut Manbij dari ISIS pada 2016.

Trump beberapa hari lalu menyatakan tak akan tergesa-gesa dan menyatakan penarikan pasukan akan dilakukan dengan cara "bijaksana".

Belum diketahui dengan pasti seberapa dekat patroli Rusia dengan daerah-daerah di mana pasukan AS dikerahkan.

Minoritas Kurdi Suriah tidak ikut dalam perang saudara selama tujuh tahun di negara itu, namun menguasai sebagian besar wilayah utara dan timur laut, sebagian besar di antaranya adalah kampanye dukungan AS melawan ISIS.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
32 menit lalu

Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.667 per Dolar AS

Internasional
6 jam lalu

Gugus Tempur Kapal Induk AS USS Nimitz Tiba di Karibia, Siap Serang Kuba?

Internasional
7 jam lalu

Terungkap! Trump Tunda Serang Iran karena Pelaksanaan Haji

Internasional
1 hari lalu

Trump Klaim Hancurkan Kekuatan Militer Iran: AL dan AU Mereka Lenyap!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal