Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Makin Kacau, Demonstran Rusuh Terancam Hukuman Mati
Advertisement . Scroll to see content

Dari Es Abadi ke Pusat Konflik Global: Mengapa Greenland Diperebutkan?

Minggu, 11 Januari 2026 - 10:09:00 WIB
Dari Es Abadi ke Pusat Konflik Global: Mengapa Greenland Diperebutkan?
Greenland dulunya jauh dari hiruk-pikuk politik global, namun kini menjadi rebutan kekuatan besar dunia (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Selama puluhan tahun, Greenland kerap dipandang sebagai wilayah es abadi yang jauh dari hiruk-pikuk politik global. Namun kini, pulau terbesar di dunia itu berubah menjadi titik panas geopolitik, diperebutkan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, dan China.

Pernyataan kontroversial Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan merebut Greenland, bahkan dengan kekuatan militer, menandai babak baru perebutan pengaruh di kawasan Arktik.

Letak Strategis di Jantung Arktik

Greenland berada di posisi yang sangat strategis, menghubungkan Amerika Utara, Eropa, dan Kutub Utara. Secara militer, wilayah ini merupakan kunci pengawasan jalur penerbangan dan rudal lintas benua. Tak heran, Amerika Serikat telah lama memiliki Pangkalan Udara Thule di Greenland, salah satu instalasi pertahanan terpenting AS di kawasan Arktik.

Seiring meningkatnya ketegangan global, posisi Greenland semakin vital dalam peta pertahanan dan keamanan dunia.

Es Mencair, Peluang Terbuka

Perubahan iklim turut mengubah wajah Arktik. Mencairnya lapisan es membuka jalur pelayaran baru yang memangkas waktu tempuh perdagangan global antara Asia, Eropa, dan Amerika. Selain itu, Greenland diyakini menyimpan cadangan besar mineral langka, minyak, gas, serta sumber daya alam strategis lain yang sangat dibutuhkan untuk industri teknologi dan pertahanan.

Kekayaan inilah yang membuat Greenland tidak lagi dipandang sebagai wilayah terpencil, melainkan sebagai aset strategis bernilai tinggi.

Amerika, Rusia, dan China Berebut Pengaruh

Amerika Serikat menilai penguasaan Greenland penting untuk mencegah meluasnya pengaruh Rusia dan China di Arktik. Trump bahkan secara terbuka menyatakan bahwa jika AS tidak bertindak, maka dua rival utamanya itu akan “mengambil alih” Greenland.

Di sisi lain, Rusia terus memperkuat kehadiran militernya di wilayah Arktik, sementara China, meski bukan negara Arktik—secara agresif menanamkan investasi dan menyebut dirinya sebagai “negara dekat Arktik”.

Persaingan ini menjadikan Greenland sebagai medan tarik-menarik kekuatan global, bukan sekadar isu regional.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut