Polisi Tembak Mati 19 Demonstran Gen Z di Nepal, Kantor HAM PBB: Selidiki!

Anton Suhartono
Kantor HAM PBB mendesak penyelidikan atas tewasnya 19 demonstran Nepal yang ditembak mati polisi (Foto: AP)

“Penggunaan kekuatan mematikan terhadap pengunjuk rasa yang tidak menimbulkan ancaman langsung berupa kematian atau luka serius merupakan pelanggaran berat hukum internasional,” tegas Amnesty International dalam pernyataan resminya.

PM Nepal Beri Respons

Perdana Menteri Nepal KP Sharma Oli menyampaikan belasungkawa dan mengeklaim pemerintah tidak menutup diri terhadap aspirasi anak muda. Namun, ia belum memberikan kejelasan apakah akan menindak aparat yang menggunakan kekerasan mematikan dalam demonstrasi tersebut.

Tragedi ini memperlihatkan jurang besar antara generasi muda Nepal yang menuntut perubahan dengan pemerintah yang dianggap gagal mengelola krisis ekonomi. Tekanan internasional kini menguat agar insiden berdarah ini tidak berhenti hanya sebagai catatan kelam, melainkan diusut tuntas demi keadilan para korban.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Demo Ricuh di Gedung Grahadi Surabaya, Polisi Tangkap 13 Perusuh

57 tahun lalu

Ketua BEM FH UBK Muhammad Abdimaludin Dinonaktifkan usai Terima Uang Rp20 Juta

57 tahun lalu

Pasukan Oranye Langsung Bersihkan Jalan usai Massa Demo Dukung MBG di Jakpus Bubar

57 tahun lalu

Pimpinan DPR Siap Terima Mahasiswa yang Demo Hari Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal