Porak-porandakan Ukraina, Rusia: Tak Ada yang Bisa Cegat Rudal Oreshnik

Anton Suhartono
Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran ke Ukraina, kali ini menggunakan rudal hipersonik Oreshnik (Foto: AP)

MOSKOW, iNews.id - Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran ke Ukraina, kali ini menggunakan rudal hipersonik terbarunya, Oreshnik. Moskow menegaskan, senjata hipersonik tersebut tak hanya menghancurkan target vital Ukraina, tetapi juga menjadi pesan keras bahwa tidak ada sistem pertahanan udara di dunia yang mampu mencegatnya.

Kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) yang juga utusan khusus Presiden Vladimir Putin untuk masalah ekonomi, Kirill Dmitriev, menegaskan rudal hipersonik Oreshnik dengan kecepatan hingga Mach 10 saat ini belum bisa dirontokkan oleh sistem pertahanan udara mana pun.

“Tidak ada pertahanan udara di dunia yang mampu melawan rudal hipersonik Oreshnik,” tulis Dmitriev, di media sosial X, dikutip dari Sputnik, Minggu (11/1/2026).

Sebelumnya, Kaja memperingatkan negara-negara anggota Uni Eropa untuk menggali lebih dalam persediaan sistem pertahanan udara mereka dan segera bertindak karena Oreshnik dinilai sebagai ancaman serius yang belum bisa dihadapi.

Sementara itu.Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Rusia yang juga mantan presiden Dmitry Medvedev merilis rekaman video serangan Oreshnik yang menghantam wilayah barat Ukraina. Menurut dia, serangan itu telah memorak-porandakan sejumlah fasilitas penting dan merupakan peringatan serius bagi negara-negara Eropa yang berencana mengirim pasukan ke Ukraina.

Medvedev secara terbuka mengecam para pemimpin Eropa yang terus mendorong keterlibatan militer langsung. Dia bahkan menyebut mereka sebagai “bodoh” karena mengabaikan peringatan Rusia.

“Para penguasa Eropa yang bodoh itu menginginkan perang di Eropa. Sudah disampaikan ribuan kali: Rusia tidak akan menerima pasukan Eropa atau NATO di Ukraina,” kata Medvedev, seraya menyinggung Presiden Prancis Emmanuel Macron sebagai salah satu pemimpin yang dimaksud.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
14 jam lalu

Nah, Mantan Presiden Rusia Klaim Warga Greenland Ingin Bergabung dengan Negaranya

Internasional
14 jam lalu

Bela Iran, Rusia Kutuk Intervensi Amerika Cs terkait Demonstrasi Berdarah

Internasional
3 hari lalu

Gempur Ukraina Pakai Rudal Oreshnik, Rusia: Peringatan untuk NATO

Internasional
5 hari lalu

Kapal Tanker Rusia Diserbu dan Disita Amerika, Ini Tanggapan Keras Moskow

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal