Hasil pencarian, lanjut dia, petugas menemukan 10 korban selamat di luar pos militer yang hancur dalam serangan itu.
Sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab. Serangan ini terjadi sebulan setelah dua serangan yang menewaskan 40 tentara di dekat perbatasan Burkina Faso. Namun beberapa sumber menyebut jumlah korban tewas tak sebanyak itu.
Tentara Mali sejak lama berjuang menghadapi kelompok militan yang telah menyebar dari utara ke pusat. Tak hanya itu, mereka juga dihadapkan dengan konflik berlatar belakang etnis.
Mali bagian utara berada di bawah kendali militan yang berafiliasi dengan Al Qaeda setelah tentara gagal menumpas pemberontakan pada 2012.
Kampanye militer yang dipimpin Prancis pun diluncurkan melawan kelompok militan dan berhasil mendorong mereka kembali ke utara pada 2013. Namun kelompok militan menyusun kekuatan kembali dan melebarkan serangan ke Mali bagian tengah dan selatan.
Kekerasan juga meluas ke Burkina Faso dan Niger di mana kelompok militan mengeksploitasi dengan perselisihan etnis, menyebabkan ratusan orang tewas.