SYDNEY, iNews.id - Australia menginstruksikan keluarga staf diplomatik di Israel dan Lebanon segera meninggalkan kedua negara tersebut di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, terutama potensi serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran.
Lebanon kemungkinan akan terdampak serangan tersebut, di mana kelompok proksi Iran, seperti Hizbullah, kemungkinan terlibat dalam pertempuran.
Departemen Luar Negeri Australia menginstruksikan semua anggota keluarga diplomat yang ditempatkan di Lebanon dan Israel untuk segera pergi.
"Situasi keamanan di Timur Tengah tidak bisa diprediksi," bunyi peringatan tersebut, seraya mengingatkan ketegangan di kawasan tetap tinggi serta risiko konflik militer yang panjang.
Disebutkan, peningkatan ketegangan bisa mengarah pada penutupan wilayah udara, pembatalan penerbangan, serta gangguan lain.
Meski demikian, Kedutaan Besar Australia di Tel Aviv maupun Beirut tetap beroperasi pada Rabu (25/2/2026).
Selain itu Deplu Australia juga merekomendasikan kepada anggota keluarga diplomat di Yordania, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA), untuk pulang.