Prajurit TNI 3 Kali Diserang di Lebanon, Kemlu RI: Tak Bisa Diterima!

Anton Suhartono
Pemerintah Indonesia mengutuk serangan terhadap personel UNIFIL di Lebanon Selatan (Foto: Anadolu)

Indonesia kembali menyerukan penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta, termasuk kronologi kejadian.

Selain itu siapa pihak yang bertanggung jawab harus dicari seraya menegaskan pentingnya menegakkan akuntabilitas.

Indonesia menekankan kembali bahwa keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar. Setiap tindakan yang membahayakan personel merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban.

Tiga prajurit TNI gugur dan delapan lainnya luka dalam tiga kali serangan yakni pada 29 dan 30 Maret serta 3 April. Dalam insiden pertama, seorang prajurit TNI gugur setelah terkena tembakan artileri yang berdasarkan pengamatan media berasal dari tank Israel. Insiden itu juga melukai tiga prajurit TNI lainnya.

Kemudian pada 30 Maret, dua prajurit TNI lainnya gugur setelah kendaraan yang mereka gunakan terkena ranjau pinggir jalan di dekat Bani Hayyan. Kejadian itu juga melukai dua personel lainnya.

Terakhir tiga prajurit TNI luka akibat serangan bom dari pihak yang belum diketahui.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
20 jam lalu

Gawat! Sekolah-Sekolah Palestina Dipaksa Pakai Kurikulum Israel, 45.000 Pelajar Terdampak

23 jam lalu

Anggota TNI Dikeroyok Sekelompok Suku Anak Dalam di Jambi saat Patroli Kebun Sawit

2 hari lalu

Banjir Bandang Dahsyat di Nepal, Kemlu: 51 WNI Dipastikan Aman

2 hari lalu

Warga Suku Dayak Bertato Bisa Masuk TNI, Menhan Sjafrie: Dikasih Privilege

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal