Prajurit TNI 3 Kali Diserang di Lebanon, Kemlu RI: Tak Bisa Diterima!

Anton Suhartono
Pemerintah Indonesia mengutuk serangan terhadap personel UNIFIL di Lebanon Selatan (Foto: Anadolu)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Indonesia mengutuk serangan terhadap personel UNIFIL di Lebanon Selatan yang menewaskan serta melukai prajurit TNI beberapa hari terakhir. Dalam serangan terbaru pada Jumat (3/4/2026), tiga prajutit TNI luka terkena ledakan di El Addaiseh.

Pemerintah menyampaikan kekhawatiran mendalam atas serangan tersebut. Ini merupakan insiden serius ketiga melibatkan prajurit UNIFIL asal Indonesia dalam sepekan terakhir.

"Serangan atau insiden yang terjadi berulang kali seperti ini tidak bisa diterima," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Sabtu (4/4/2026)

Kemlu mendesak penguatan segera perlindungan bagi pasukan perdamaian PBB di tengah situasi konflik di Lebanon Selatan yang semakin berbahaya.

"Indonesia kembali meminta agar Dewan Keamanan PBB segera mengusut seluruh insiden terhadap UNIFIL dan agar segera dilakukan pertemuan antara negara kontributor pasukan untuk UNIFIL untuk melakukan review dan mengambil tindakan penguatan perlindungan terhadap pasukan yang bertugas di UNIFIL," demikian isi pernyataan.

Indonesia kembali menyerukan penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta, termasuk kronologi kejadian.

Selain itu siapa pihak yang bertanggung jawab harus dicari seraya menegaskan pentingnya menegakkan akuntabilitas.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
2 jam lalu

Dubes Iran: Zionis Israel Berkali-kali Langgar Gencatan Senjata!

Nasional
5 jam lalu

TNI AL Kembali Kirim Taruna ke Akademi Angkatan Laut Amerika Serikat

Internasional
18 jam lalu

Israel Tolak Gencatan Senjata dengan Hizbullah Jelang Perundingan dengan Pemerintah Lebanon

Internasional
6 jam lalu

Ganas! Iran Siap Perang Panjang hingga 6 Bulan, Bahkan Lebih Lama

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal