PARIS, iNews.id - Pemerintah Prancis mengerahkan sekitar 70.000 aparat penegak hukum di seluruh negeri untuk mengantisipasi kerusuhan dalam aksi demonstrasi yang direncanakan berlangsung di sejumlah wilayah, Sabtu (24/10/2026). Museum Louvre dan beberapa museum besar lainnya di Paris juga akan ditutup sebagai langkah pengamanan.
Dilansir dari Associated Press (AP), Jumat (23/10/2026), pengerahan aparat dilakukan setelah demonstrasi pekan lalu berujung pada kekacauan. Massa dilaporkan membakar sejumlah objek, menyerbu gedung publik, memecahkan kaca toko, melakukan penjarahan, hingga terlibat bentrokan dengan polisi.
Kerusuhan tersebut menjadi salah satu gelombang kekerasan paling parah yang melanda Prancis dalam beberapa tahun terakhir.
Para demonstran berencana kembali turun ke jalan pada Sabtu untuk memprotes tingginya biaya hidup. Aksi tersebut dijadwalkan melibatkan kelompok mahasiswa, anggota serikat pekerja CGT, serta aktivis gerakan rompi kuning yang pernah mengguncang Prancis melalui demonstrasi menentang ketidakadilan sosial pada 2018 dan 2019.
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez mengatakan sekitar 70.000 personel kepolisian dan gendarmerie atau aparat keamanan berseragam militer akan dikerahkan. Pengamanan juga didukung helikopter, kendaraan lapis baja, dan meriam air.