Lebih lanjut dia mengatakan hampir tiga perempat warga Ukraina membenci Zelensky. Alasannya Zelensky telah mengkhianati janji.
Menurut Lukashenko, saat terpilih sebagai presiden pada 2019, Zelensky berjanji akan menemukan cara untuk menyelesaikan konflik di Donbass secara damai. Namun ternyata dia mengadopsi kebijakan bermusuhan seperti pendahulunya.
Lukashenko yakin perang Rusia-Ukraina pada akhirnya akan berakhir dan hubungan akan pulih kembali.
“Waktunya akan tiba. Dengar, perang melawan Jerman juga sengit. Namun, kita berteman dengan para mantan fasis itu. Kita bekerja sama, menemukan alasan untuk itu. Tidak bisakah kita memulihkan hubungan baik? Kita akan memulihkannya,” katanya, merujuk pada Perang Dunia II.