Presiden Burundi Serukan Hukum Rajam Kaum Gay, Begini Komentar AS

Anton Suhartono
Jubir Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengatakan pemerintahannya merasa terganggu dengan pernyataan Ndayishimiye yang menyerukan warga Burundi untuk merajam kaum gay (Foto: Reuters)

Komentar tersebut meningkatkan tindakan keras terhadap kelompok minoritas seksual di negara di mana kelompok LGBT sudah menghadapi pengucilan sosial dan hukuman penjara hingga dua tahun jika terbukti melakukan pelanggaran sesama jenis.

Ndayishimiye menegaskan perilaku homoseksual akan mendatangkan kutukan bagi semua orang, termasuk yang tak melakukannya. Oleh karena itu kaum gay harus dihukum.

“Jika Anda ingin mendatangkan kutukan bagi negara ini, terimalah homoseksualitas,” kata Ndayishimiye.

Dia menambahkan homoseksualitas bukan berasal dari Burundi, melainkan tradisi Barat yang diimpor ke negaranya.

“Saya bahkan berpikir bahwa orang-orang ini, jika kita dapati mereka di Burundi, lebih baik kita bawa mereka ke stadion lalu lempar dengan batu. Itu tidak berdosa,” katanya.

Burundi termasuk negara Afrika yang menerapkan hukuman keras terhadap pelaku homoseksual yakni dengan pengucilan serta hukuman penjara hingga 2 tahun.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
8 jam lalu

Gencatan Senjata AS-Iran Berlaku sampai 26 April?

Internasional
8 jam lalu

Menteri Angkatan Laut AS John C Phelan Dipecat, Ada Apa?

Internasional
9 jam lalu

Lupakan Perang Ukraina, AS Undang Putin ke KTT G20 di Miami

Internasional
13 jam lalu

Selat Hormuz Penuh Ranjau, Harga Minyak Bakal Naik sampai Akhir Tahun

Internasional
14 jam lalu

AS Ingin Italia Gantikan Iran di Piala Dunia, untuk Perbaiki Hubungan Trump-PM Meloni?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal