Presiden Burundi Serukan Hukum Rajam Kaum Gay, Begini Komentar AS

Anton Suhartono
Jubir Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengatakan pemerintahannya merasa terganggu dengan pernyataan Ndayishimiye yang menyerukan warga Burundi untuk merajam kaum gay (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) mengomentari pernyataan Presiden BurundiEvariste Ndayishimiye yang menyerukan warganya untuk menghukum kaum gay dengan rajam atau melempari batu.  Pernyataan memicu kehebohan dan tanggapan dari Barat, termasuk AS.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengatakan pemerintahannya merasa terganggu dengan pernyataan Ndayishimiye tersebut.

“Amerika Serikat sangat terganggu dengan pernyataan Presiden Ndayishimiye yang menargetkan warga Burundi yang rentan dan terpinggirkan,” kata Miller, dalam sebuah pernyataan.

“Kami menyerukan kepada seluruh pemimpin Burundi untuk menghormati martabat yang melekat dan hak-hak yang tidak dapat dicabut, termasuk akses yang sama terhadap keadilan, dari setiap warga Burundi.”

Miller tak menyinggung soal hukuman rajam yang diserukan Ndayishimiye kepada warganya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
19 jam lalu

Alasan AS Usir Menlu dan Delegasi Iran

21 jam lalu

Heboh! Suntikan Berkali-kali Gagal Eksekusi Mati Napi di AS, Pejabat Mundur

23 jam lalu

AS Usir Menlu Iran Abbas Araghchi

1 hari lalu

Trump Klaim Iran Batalkan Rencana Bikin Senjata Nuklir

1 hari lalu

AS Bisa Serang Kanada? PM Carney Ungkap Persiapan Rahasia Hadapi Skenario Terburuk

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal