Presiden Chad Idriss Deby Meninggal akibat Serangan Pemberontak

Anton Suhartono
Idriss Deby (Foto: Reuters)

Dewan Transisi Nasional meyakinkan kepada rakyat Chad bahwa semua tindakan telah diambil untuk menjamin perdamaian, keamanan, dan ketertiban umum.

Negara-negara Barat menilai Deby sebagai sekutu dalam perang melawan kelompok ekstremis Islam, termasuk Boko Haram di Danau Chad Basin serta kelompok yang terkait dengan Al Qaeda dan ISIS di Sahel.

Namun di dalam negeri, Deby menghadapi ketidakpuasan publik atas pengelolaan kekayaan minyak dan tindakan keras terhadap lawan politik.

Kemenangan dalam pemilu memberinya masa jabatan keenam, namun pemungutan suara pada 11 April diboikot oleh para pemimpin oposisi. Dia merupakan pemimpin terlama yang berkuasa di Chad.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
21 hari lalu

DPR Usul Rute Penerbangan Haji 2026 Lewat Afrika, Ini Kata Kemenhaj

Internasional
31 hari lalu

Diakui sebagai Negara Merdeka, Somaliland Tunjuk Duta Besar untuk Israel 

Internasional
2 bulan lalu

Biadab! Pasukan Pemberontak Bom Masjid di Sudan saat Anak-Anak Belajar Alquran

Internasional
2 bulan lalu

Kapal Migran Terbalik di Libya, 53 Orang Dikhawatirkan Tewas termasuk 2 Bayi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal