Presiden Chad Idriss Deby Meninggal akibat Serangan Pemberontak

Anton Suhartono
Idriss Deby (Foto: Reuters)

N'DJAMENA, iNews.id - Presiden Chad Idriss Deby meninggal akibat luka saat mengunjungi pasukannya yang berjuang di garis depan pertempuran. Dia baru sehari dinyatakan sebagai pemenang dalam pemilihan umum (pemilu).

Pria 68 tahun itu mengunjungi pasukannya pada Senin yang memerangi pemberontak di perbatasan dengan Libya. Lokasi itu berjarak ratusan kilometer dari Ibu Kota N'Djamena.

Juru Bicara Angkatan Darat Azem Bermendao Agouna mengumumkan kematiannya dalam siaran televisi pemerintah, dikelilingi sekelompok perwira militer anggota Dewan Transisi Nasional.

"(Deby) Baru saja mengembuskan napas terakhir untuk membela negara yang berdaulat di medan perang. Seruan untuk berdialog dan perdamaian diluncurkan kepada semua warga Chad di dalam dan luar negeri untuk terus membangun negara ini bersama-sama," katanya, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (20/4/2021).

Militer menyatakan Deby memimpin tentaranya pada akhir pekan saat bertempur melawan pemberontak yang melancarkan serangan besar-besaran ke bagian utara saat pemilu.

Putra almarhum seorang jenderal bintang 4 yang juga pemimpin Dewan Transisi Nasional, Mahamat Idriss Deby Itno (37), akan menggantikan Deby.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
22 hari lalu

DPR Usul Rute Penerbangan Haji 2026 Lewat Afrika, Ini Kata Kemenhaj

Internasional
1 bulan lalu

Diakui sebagai Negara Merdeka, Somaliland Tunjuk Duta Besar untuk Israel 

Internasional
2 bulan lalu

Biadab! Pasukan Pemberontak Bom Masjid di Sudan saat Anak-Anak Belajar Alquran

Internasional
2 bulan lalu

Kapal Migran Terbalik di Libya, 53 Orang Dikhawatirkan Tewas termasuk 2 Bayi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal