Presiden Duterte Perintahkan Aparat Bunuh Pemberontak Komunis: Lupakan HAM!

Djairan
Presiden Filipina Rodrigo Duterte memerintahkan pasukan militer dan polisi untuk membunuh dan menghabisi pemberontak komunis di negara tersebut. (Foto: Reuters).

Ketika Duterte mencalonkan diri sebagai presiden pada 2016, dia berjanji mengakhiri penyerangan melalui pembicaraan damai. Namun, setelah menjabat, dia memerintahkan pembicaraan langsung dengan pemberontak komunis dan mengerahkan pertempuran bersenjata.

Menyusul bentrokan sengit antara aparat dan pemberontak komunis pada 2017, Duterte membatalkan proses perdamaian dan kemudian menandatangani deklarasi yang menyebut para pejuang komunis sebagai ‘teroris’.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
Kuliner
1 hari lalu

Detik-Detik Food Vlogger Meninggal Dunia usai Makan Kepiting Setan, Mengerikan!

Internasional
3 hari lalu

Biadab! Pasukan Pemberontak Bom Masjid di Sudan saat Anak-Anak Belajar Alquran

Internasional
4 hari lalu

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr Lolos dari Pemakzulan

Nasional
6 hari lalu

Dubes RI untuk Filipina Agus Widjojo Meninggal Dunia

Internasional
15 hari lalu

Tambang Bijih Logam Ambruk, 200 Orang Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal