Pria yang vokal mengkritik kebijakan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) itu meninggalkan Saudi sejak tahun lalu untuk tinggal di AS karena mendapat teror.
Hasil penyelidikan, otoritas Turki menyebut ada 15 warga Saudi yang terlibat pembunuhan. Namun mereka keburu meninggalkan Turki. Permintaan pemerintah Turki kepada Saudi agar menyerahkan para terduga pelaku ditolak dengan alasan mereka akan diadili di dalam negeri.
Saudi juga menggelar penyelidikan terpisah dan sejauh ini telah menyeret 11 orang ke pengadilan. Lima di antaranya terancam hukuman mati.
Pemerintah Saudi juga membantah keterlibatan MBS dengan menyebut pembunuhan ini merupakan 'operasi nakal' yang dilakukan intelijen tanpa sepengetahuan kerajaan.