Presiden Erdogan Larang Penjualan Miras Selama Lockdown Pandemi 

Anton Suhartono
Recep Tayyip Erdogan (Foto: Reuters)

Supermarket diperbolehkan buka sementara toko lebih kecil harus tutup. Kondisi ini memicu kekhawatiran supermarket akan memonopoli penjualan miras.

Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu menepis anggapan larangan membeli miras bertujuan untuk membatasi hak warga.

Namun penjelasan itu tidak cukup meyakinkan kelompok sekuler, beberapa juga berdalih larangan itu tidak ada hubungannya dengan pandemi Covid-19.

"Ini mengganggu gaya hidup sekuler dan merupakan intervensi dalam budaya makanan dan minuman," kata Ozgur Aybas, kepala asosiasi toko minuman keras, dikutip dari Reuters.

Mayoritas warga Turki merupakan penganut Islam yang taat, sementara kelompok sekuler cenderung menentang Partai AK yang dipimpin Erdogan.

Turki bukan negara pertama yang melarang miras di masa panemi Covid-19. Sebelumnya Afrika Selatan juga melarang penjualan miras selama dua periode terbatas dengan alasan mengurangi beban rumah sakit. Rumah sakit tak seharusnya mengurusi pasien terkait dampak miras sementara pasien Covid membutuhkan perhatian lebih.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
4 hari lalu

Sempat Heboh Dievakuasi di Turki, Trump Bakal Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah Qatar Lagi

4 hari lalu

Erdogan Akui Ada Negara yang Tak Suka Pakta Pertahanan Makkah

9 hari lalu

Kapal Feri Bawa 270 Orang Terbalik di Laut Siprus, 8 Orang Tewas 22 Hilang  

14 hari lalu

Bangladesh Pertimbangkan Gabung Pakta Pertahanan Makkah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal