Presiden Erdogan Sebut Serangan Suriah ke Idlib sebagai Pembantaian

Anton Suhartono
Recep Tayyip Erdogan (Foto: AFP)

"Kerja sama kami dengan Rusia saat ini sangat penting. AS mengirim bola ke sudut Rusia dan Rusia ke sudut AS," ujar Erdogan.

"Sebanyak 3,5 juta orang tinggal di sana. Tuhan melarang, lagi-lagi Turki, di mana orang-orang akan melarikan diri jika terjadi musibah," kata Erdogan.

Idlib merupakan salah satu zona deekskalasi yang dibentuk dari hasil pembicaraan antara Rusia, Turki, dan Iran pada tahun lalu. Saat itu Suriah berhasol merebut kembali kendali atas lebih banyak wilayah negara itu yang direbut pemberontak.

Erdogan, Presiden Iran Hassan Rouhani, serta utusan Rusia, akan bertemu pada Jumat di Teheran untuk membahas isu Idlib.

"Insya Allah kami akan berhasil mencegah tindakan ekstrem rezim di sana dengan mendapatkan hasil positif dari pertemuan di Teheran," katanya.

Dewan Keamanan PBB juga dijadwalkan bertemu pada Jumat untuk mengatasi situasi di Idlib, di tengah meningkatnya kekhawatiran akan menggunakan senjata kimia dari pasukan pemerintah.

Sementara itu, Rusia sudah memulai serangan udara ke Idlib pada Selasa kemarin, setelah sempat dihentikan 22 hari lalu. Lebih dari 10 orang tewas dalam serangan itu.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
5 hari lalu

Prabowo Ditelepon Presiden Turki Erdogan, Bahas Apa?

8 hari lalu

Tragis! Pria Tewas Beberapa Hari Jelang Pernikahan, Ditikam Calon Istri

11 hari lalu

Erdogan Berpidato Berapi-api di Sidang PBB: Sebut Gaza Sebagai Tempat Pemakaman Anak-Anak Terbesar di Dunia

11 hari lalu

Erdogan Pidato Berapi-api Kutuk Israel: Delegasi Zionis Walk out, Palestina Tepuk Tangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal