Pencopotan Sulyok menjadi langkah paling signifikan yang diambil pemerintahan Partai Tisza sejak memenangkan pemilu pada April 2026. Pemerintahan baru menilai Sulyok merupakan simbol dan perpanjangan tangan pemerintahan Viktor Orban yang berkuasa selama 16 tahun.
Di sisi lain, Orban mengecam perubahan konstitusi tersebut. Dia menyebut langkah itu sebagai tindakan tirani dan menyerukan aksi protes.
Sejak kalah dalam pemilu April lalu, Partai Fidesz pimpinan Orban mengalami kemerosotan politik. Orban sendiri dilaporkan jarang tampil di hadapan publik dan menolak menempati kursinya di parlemen.
Selama memimpin Hungaria pada periode 2010 hingga 2026, Fidesz memanfaatkan mayoritas dua pertiga di parlemen untuk mengubah berbagai aturan negara serta menempatkan loyalis partai di sejumlah lembaga yang semestinya independen.
Amandemen konstitusi itu disahkan parlemen pada Senin lalu. Sebanyak 141 anggota parlemen dari Partai Tisza memberikan standing ovation setelah hasil pemungutan suara diumumkan.