Presiden Iran Pezeshkian Sebut Israel Tutupi Kerusakan Perang 12 Hari

Anton Suhartono
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuding Israel menutup-nutupi skala kerusakan akibat perang 12 hari pada Juni lalu (Foto: AP)

Iran membalas serangan itu dengan menghantam sejumlah target strategis Israel dan bahkan membalas AS dengan menyerang pangkalan militernya di Qatar, sehari sebelum kesepakatan gencatan senjata pada 24 Juni.

Meski menyatakan kesiapan untuk kembali berperang, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak menginginkan konflik bersenjata berkepanjangan. Namun, dia juga menyatakan skeptisisme terhadap prospek gencatan senjata jangka panjang.

“Gencatan senjata bukan jaminan perdamaian. Kami tidak bisa sepenuhnya percaya pada komitmen Israel atau sekutunya,” ujar Pezeshkian.

Terkait isu nuklir yang memicu konflik, Presiden Pezeshkian menegaskan bahwa Iran akan tetap melanjutkan program nuklirnya. Dia menekankan bahwa pengayaan uranium di Iran dilakukan untuk tujuan damai dan dalam kerangka hukum internasional.

“Saya sepakat dengan Presiden AS Donald Trump bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Namun, pengayaan uranium kami sepenuhnya untuk keperluan sipil dan energi, bukan untuk militer,” tuturnya.

Iran juga membantah keras tuduhan Israel bahwa negara tersebut menjalankan program nuklir militer rahasia. Pernyataan ini sejalan dengan pengamatan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang belum menemukan bukti konkret bahwa Iran tengah mengembangkan senjata nuklir aktif.

Di sisi lain, serangan AS yang menyasar tiga fasilitas nuklir Iran, yakni Fordow, Natanz, dan Isfahan, memicu kemarahan di Teheran. Iran menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan kedaulatan nasional mereka.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Ari Lasso dan Dearly Djoshua Ingin Nikah di Israel, Tahun Ini?

57 tahun lalu

Pemimpin Hizbullah Peringatkan Israel: Tarik Seluruh Pasukan dari Lebanon Tanpa Syarat

57 tahun lalu

AS Mulai Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Imbas Ketegangan dengan NATO soal Iran

57 tahun lalu

Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal