Presiden Iran: Suka Tidak Suka, Kita Harus Berurusan dengan Amerika

Anton Suhartono
Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tak bisa mengabaikan Amerika Serikat begitu saja (Foto: AP)

JCPOA yang juga diteken negara-negara anggota tetap PBB mengontrol dan membatasi program nuklir Iran. Sebagai imbalannya, Iran mendapat pelonggaran sanksi.

Sementara itu saat kampamye Pilpres AS 2024, Trump tampaknya agak melunak dengan Iran. Dia mengatakan tidak ingin merusak negara itu, namun tidak akan membiarkannya memiliki senjata nuklir.

Pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran untuk menghidupkan kembali kesepakatan JCPOA selalu kandas. 

Iran secara resmi masih menjadi bagian dari kesepakatan tersebut, namun mengurangi komitmennya dengan melakukan pengayaan uranium di atas ambang batas yang ditentukan.

Juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani mengatakan pemerintahannya akan melakukan upaya apa pun demi mengamankan kepentingannya, termasuk jika harus bernegosiasi dengan Trump.

Meski demikian dia menegaskan, keputusan akhir untuk melakukan pembicaraan dengan AS berada di tangan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.

"Kampanye tekanan maksimum Trump telah gagal. Yang penting adalah tindakan, bukan kata-kata. Kami menyarankan Trump untuk mempertimbangkan lagi kegagalan kebijakan masa lalunya," kata Mohajerani.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
7 jam lalu

Trump Klaim Iran Mohon-Mohon kepada AS Batalkan Serangan

7 jam lalu

Ngeri! CIA Bandingkan Kecerdasan Buatan dengan Senjata Nuklir

7 jam lalu

Trump Jamin Israel Nurut, Tak Serang Iran

8 jam lalu

Ratusan Mantan Perwira Israel Geram dengan Kekerasan Pemukim Yahudi di Tepi Barat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal