Presiden Iran Terpilih Ebrahim Raisi Sebut Amerika, Begini Tanggapan Gedung Putih

Anton Suhartono
Jen Psaki (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat menanggapi pernyataan Presiden Iran terpilih Ebrahim Raisi yang menyebut negara itu dalam kebijkan luar negeri prioritasnya setelah menjabat pada 3 Agustus, menggantikan Hassan Rouhani.

Dakam konferensi pers pertamanya pada Senin (21/6/2021), Raisi mengatakan siap kembali ke kesepakatan nuklir 2015, namun dia menolak bertemu dengan Presiden Joe Biden.

AS keluar dari kesepakatan nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) pada 2018 di bawah kepemimpinan presiden Donald Trump, sementara Biden mengupayakan agar negaranya kembali ke kesepakatan.

Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, Biden tak punya rencana untuk bertemu Raisi.

Dia menilai Iran tak akan banyak berubah di bawah kepemimpinan Raisi karena pada hakikatnya pemegang kendali pemerintahan berada di tangan Pemimpin Tertinggi Ayatolah Ali Khamenei. Raisi diketahui sekutu dekat Khamenei.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
11 jam lalu

Pascapemilu Sela AS, Donald Trump Isyaratkan Serangan Susulan ke Iran

16 jam lalu

Trump Ancam Serang Iran Lagi: Anda Akan Segera Tahu!

16 jam lalu

Harga Minyak Dunia Melemah, Brent Keluar dari Level 100 Dolar AS per Barel

18 jam lalu

Dituduh Biang Kerok Kekalahan Republik di Pemilu terkait Perang Iran, Nasib Menhan AS di Ujung Tanduk

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal