Presiden Israel Datang ke Australia, Ribuan Demonstran Bentrok dengan Polisi

Anton Suhartono
Demonstrasi menentang kedatangan Presiden Israel Isaac Herzog di Sydney, Australia, Senin (9/2) berujung rusuh (Foto: Facebook/Labor Friends of Palestina NSW)

SYDNEY, iNews.id - Demonstrasi menentang kedatangan Presiden Israel Isaac Herzog di Kota Sydney, Australia, berujung rusuh, Senin (9/2/2026). Polisi menangkap 27 orang, termasuk 10 yang diduga menyerang petugas, setelah kekerasan pecah pada Senin malam.

Polisi membubarkan paksa ribuan demonstran yang berkumpul di dekat Balai Kota Sydney. Para demonstran, termasuk seorang anggota parlemen daerah dari kelmpok oposisi, mengatakan mereka dikepung dan dipukuli polisi.

Abigail Boyd, seorang anggota DPRD oposisi dari Partai Hijau, mengatakan dipukul oleh petugas saat berusaha meninggalkan lokasi.

"Lengan dan bahu saya sangat sakit karena dipukul. Saya benar-benar terkejut," katanya.

Penyelenggara demonstrasi, Kelompok Aksi Palestina Sydney, menyatakan para demonstran tidak bisa meninggalkan acara tersebut karena dikelilingi polisi dari segala sisi.

"Polisi mulai menyerang kerumunan dengan kuda, menyemprotkan semprotan merica secara membabi buta, memukul dan menangkap orang-orang," bunyi pernyataan kelompok tersebut.

Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan sangat terpukul oleh kekerasan tersebut dan mendesak para demonstran untuk menyampaikan aspirasi secara damai.

"Warga Australia menginginkan dua hal. Mereka tidak ingin konflik dibawa ke sini. Mereka ingin pembunuhan dihentikan, baik itu Israel atau Palestina, tapi mereka tidak ingin konflik dibawa ke sini," kata Albanese, kepada stasiun radio Triple M.

Sejauh ini tidak ada laporan demonstran yang menderita lukas serius.

Ribuan orang berkumpul di Pusat Kota Sydney untuk memprotes kunjungan Herzog ke Australia. Dia datang untuk mengikuti acara terkait penembakan massal di acara keagamaan Yahudi di Pantai Bondi pada Desember yang menewaskan 15 orang.

Polisi diberi kewewenangan untuk bertindak represif, pendekatan yang jarang digunakan untuk menangani demonstrasi, termasuk membubarkan serta membatasi masuknya mereka ke area tertentu.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Israel Ngotot Caplok Tepi Barat dari Palestina

Internasional
2 hari lalu

Skandal Jeffrey Epstein Guncang Israel, Ungkap Konflik Netanyahu dan Mantan PM Ehud Barak

Nasional
3 hari lalu

PM Albanese Pulang ke Australia usai Teken Traktat Keamanan Bersama

Nasional
4 hari lalu

RI-Australia Teken Traktat Keamanan, Menlu Sugiono: Bukan Pakta Militer

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal