Presiden Korsel: Terlalu Dini untuk Berdialog dengan Korut

Anton Suhartono
Presiden Korsel Moon Jae In (kiri) saat menemui jurnalis yang meliput Olimpiade Pyeongchang Sabtu (17/2) (Foto: AFP)

SEOUL, iNews.id - Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae In menilai terlalu dini untuk merencanakan pertemuan dengan Korea Utara (Korut), meski kedua negara sudah menjalin hubungan lebih erat di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang.

"Ada harapan yang besar untuk pertemuan Korut-Korsel, tapi saya kira itu terlalu terburu-buru," kata Moon, di Pyeongchang, dikutip dari AFP, Sabtu (17/2/2018).

Presiden Moon menggunakan pepatah Korea untuk menunjukkan bahwa pertemuan pimpinan kedua Korea terlalu dini. "Kami punya pepatah, 'menari air panas di samping sumur'," katanya, tanpa menjelaskan lebih detail.

Meski demikian, Moon tak menampik pertemuan dengan Korut sangat penting. Apalagi, ada kepentingan yang juga mendesak untuk mempertemukan Amerika Serikat denga Korut.

"Konsensus umum untuk mempertemukan AS dan Korut semakin meningkat," ujarnya.

Korsel bisa menjadi penengah atau menjembatani pertemuan dengan AS yang tujuannya adalah pelucutan senjata nuklir di Semenanjung Korea.

"Kita sedang menunggu pembicaraan dua Korea yang akan mengarahkan pada pertemuan AS-Korut dan untuk mewujudkan denuklirisasi," ujarnya.

Juru bicara Kemlu Korsel pekan lalu mengatakan, Presiden Moon mendapat undangan dari pemimpin Korut Kim Jong Un untuk bertemu di Pyongyang. Undangan diberikan melalui adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong, saat bertemu dengan Presiden Moon di sela olimpiade.

Sebelum kedua Korut menyatakan ikut serta dalam olimpiade, negara itu menjadi sorotan dunia internasional terkait uji coba rudal balistik antarbenua. Kecaman pun muncul, hingga berbuah pengetatan sanksi internasional melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB terbaru pada akhir Desember 2017.

Namun saat pidato Tahun Baru, Kim Jong Un berupaya mencairkan ketegangan dengan Korsel dengan mengatakan negaranya akan mengikuti olimpiade musim dingin. Sejak itu komunikasi kedua negara terbuka kembali. Beberapa kesepakatan yang dijalin antara lain, kedua negara berbaris bersama saat parade pembukaan olimpiade di bawah bendera unifikasi serta penyatuan tim hoki es perempuan kedua negara.

Keakraban semakin jelas terlihat saat Kim Yo Jong dan Presidium Majelis Rakyat Korut Kim Yon Nam dijamu secara istimewa oleh Presiden Moon di istana kepresidenan Blue House. Mereka juga menonton konser kelompok orkestra Korut Samjiyon.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
9 hari lalu

Usai Uji Coba Rudal Balistik, Kim Jong Un Siapkan Rencana Perkuat Nuklir Korut Hadapi AS Cs

Internasional
10 hari lalu

Ngeri! Bukan Hanya Nuklir, Kemajuan Teknologi Rudal Balistik Korut Bikin Merinding

Internasional
15 hari lalu

Ngeri! Korea Utara Bisa Produksi 20 Senjata Nuklir Setiap Tahun

Internasional
16 hari lalu

Kim Jong Un Murka, Pecat Wakil Perdana Menteri Korut saat Resmikan Pabrik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal