Pezeshkian juga menegaskan AS dan Israel kini fokus melemahkan ekonomi Iran setelah gagal meraih kemenangan melalui jalur militer.
“Setelah gagal mencapai tujuannya di bidang militer, musuh telah berfokus pada upaya merusak ketahanan ekonomi negara dan mengganggu mata pencaharian rakyat,” katanya.
Sebelumnya, Kementerian Intelijen Iran juga menyebut AS telah mengubah model perang terhadap Teheran dari konfrontasi fisik menjadi tekanan ekonomi dan perang kognitif.
Menurut kementerian itu, strategi baru Washington meliputi tekanan ekonomi, serangan siber, penyelundupan senjata, pembunuhan, hingga kampanye media untuk memusuhi Iran.
“Musuh yang kalah di medan perang kini telah mengalihkan fokus ke perang lunak, perang kognitif, dan provokasi sosial,” bunyi pernyataan Kementerian Intelijen Iran, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (28/5/2026).