Presiden Rouhani Tegaskan Iran Akan Terus Perkaya Uranium meski Ditekan

Anton Suhartono
Hassan Rouhani (Foto: AFP)

DUBAI, iNews.id - Iran sedang meningkatkan pengayaan uranium lebih besar dibandingkan dengan sebelum penandatanganan kesepakatan nuklir tahun 2015.

Pada 6 Januari lalu, Iran mengumumkan keluar dari komitmen perjanjian nuklir 2015 sebagai respons atas pembunuhan jenderal Qasem Soleimani. AS lebih dulu keluar dari kesepakatan ini pada Mei 2018 disusul dengan pemberian sanksi baru yang memukul perekonomian Iran.

"Kami sedang melakukan pengayaan lebih banyak uranium sebelum kesepakatan dicapai. Tekanan terhadap Iran meningkat tapi kami terus maju," kata Presiden Hassan Rouhani, dalam pidatonya di stasiun televisi, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (16/1/2020).

Pada Minggu (12/1/2020), pemimpin Inggris, Prancis, dan Jerman mengeluarkan pernyataan bersama mendesak Iran untuk mematuhi kembali perjanjian nuklir 2015.

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan perlunya berbicara kembali dengan Iran untuk membahas batas pengayaan uranium.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
47 menit lalu

Menkeu AS: Perang Lawan Iran Memasuki Fase Terakhir

2 jam lalu

Iran Siapkan Senjata Canggih Hadapi Perang Panjang Lawan AS-Israel

2 jam lalu

Presiden Iran: Trump Kira Kami Akan Ambruk seperti Venezuela

3 jam lalu

Di Tengah Konflik Lawan AS, Iran Temukan Harta Karun Besar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal